Sambutan Menpora pada Kongres TAFISA, Indonesia Akan Jadi Tuan Rumah yang Baik

Hongaria: Mungkin terasa mulai asing di sekitar kita seperti permainan go back shodor, egrang, kelereng, kasti, petak umpet dan lain sebagainya yang sesungguhnya sangat universal sifatnya. Padahal pemainan semi olahraga tersebut penah sangat populer di banyak negara dan bahkan beberapa di antaranya masih cukup banyak yang dipermainkan di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia. Puluhan permainan yang kini lebih populer disebut sebagai olahraga rekreasi dan olahraga tradisional tersebut sekitar setahun lagi akan dipertunjukkan secara massal oleh lebih dari 110 negara dari seluruh dunia di Jakarta pada bulan Oktober 2016. Sampai bulan Oktober 2015 ini telah tercatat lebih dari 50 negara yang sudah mendaftarkan diri untuk turut dalam The 6th TAFISA World Games, dan diperkirakan jumlah tersebut akan terus bertambah. Dan bahkan delegasi Rusia dalam Kongres TAFISA di Budapest, Hongaria, telah memberitahukan kehadiran 1000 atlet dari Rusia.
Penyelenggaraan the 6th TAFISA World Games di Jakarta tahun 2016 yang akan datang memang akan menambah daftar panjang pekerjaan Pemerintah Indonesia dalam menyelenggarakan pesta olahraga internasional di Indonesia. Sebagaimana diketahui, selain ada the 6th TAFISA World Games tahun 2016, kesibukan lain adalah penyelenggaraan Motor GP tahun 2017, kemudian juga Asian Youth Games pada tahun 2017, dan tentu saja Asian Games 2018. Keberadaan TAFISA World Games di Jakarta memungkinkan sebagian  bangsa dari seluruh dunia untuk sejenak melupakan perbedaan, konflik, perbedaan politik dan ideologi apapun serta dinamika global dengan cara menyelenggarakan kegiatan olahraga rekreasi dan tradisional. Ini penting dilakukan, karena masyarakat dunia tidak semata-mata membutuhkan event olahraga untuk saling berkompetisi ketat dan bahkan kadang sangat keras, tetapi juga event olahraga yang sifatnya having funs, rekreatif dan penuh nuansa tradisional bagi kebersamaan. Meminjam istilah dari penyaji dari Transparansi Internasional dari Jerman yang pidato seusai Menpora Imam Nahrawi pidato, maka legasi tidak semata-mata infrastruktur, prestasi, ataupun pesta olahraga itu sendiri, tetapi harus juga merupakan harmonisasi antar peradaban, kedamaian dan pembangunan berkelanjutan.
Karena demikian pentingnya the 6th TAFISA World Games yang akan di Jakarta, maka sesuai dengan rencana, pada tanggal 15 Oktober 2015 pagi (waktu setempat d Budapest), Menpora Imam Nahrawi telah menyampaikan pidato resmi di depan Kongres TAFISA (The Association for International Sport for All) ke-24 di Budapest, Hongaria. Acara yang sangat prestesius yang berlangsung pada tanggal 14 s/d. 18 Oktober 2015 tersebut pada pembukaan tanggal 15 Oktober 2015 telah diawali dengan sambutan dari Prof Dr Ju-Ho Chang (Presiden TAFISA, dari Korea Selatan), kemudian Attila Czene, (Presiden Asosiasi Olahraga Reakreasi Hongaria), selanjutnya Zoltan Balog (Menteri Pengembangan Sumberdaya Manusia Hongaria), berikutnya Sam Ramsamy (Ketua Komisi IOC untuk Sport and Active Society, dari Afrika Selatan), diikuti dengan Tibor Navracsics (EU Commissioner for Education, Culture, Youth and Sport, dari Hongaria), dan terakhir pada sesi pembukaan kongres itu yaitu Menpora Imam Nahrawi dari Indonesia.
Dalam  sambutannya tersebut, Menpora telah menjelaskan, bahwa di Indonesia olahraga rekreasi termasuk di dalamnya olahraga tradisional telah menjadi bagian strategis program pemerintah, tidak hanya untuk peningkatkan kebugaran jasmani masyarakat tetapi juga sebagai salah satu instrumen pembangunan karakter bangsa melalui revolusi mental, yang merupakan salah satu program utama Presiden Indonesia Joko Widodo. Imam Nahrawi juga mengingatkan, bahwa kurang dari 355 hari lagi, Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan The 6th TAFISA World Sport for All Games 2016 di Jakarta yaitu pada tanggal 6 s/d. 12 Oktober 2016, sehingga Menpora berharap even tersebut dapat dijadikan momentum untuk mencapai suatu konsensus global bagi kemitraan strategis yang diikat oleh gerakan olahraga masyarakat dan olahraga tradisional  melalui “global summit on sport for all” yang menghasilkan Jakarta Charter untuk untuk meningkatkan peranan strategis dalam upaya mempercepat pencapaian sasaran pembangunan berkelanjutan.
Dalam Kongres TAFISA di Budapest itu juga, Menpora juga telah menyampaikan laporan kesiapan Indonesia bagi pelaksanaan TAFISA World Games di Jakarta dengan melibatkan lebih dari 110 negara peserta. Sebagaimana diketahui, pada saat Kongres TAFISA ke-22 di Antalya (Turki) pada bulan November 2011, Indonesia telah terpilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan TAFISA World Games pada tahun 2016 di Jakarta (setelah mengalahkan Belanda dalam bidding proces). Sedangkan 5th TAFISA World Games telah berlangsung pada bulan Juli  2012 di Siauliai (Lithuania). Belajar dari penyelenggaraan sebelumnya, dan juga untuk mempersiapkan penyelenggaran yang lebih baik sejak penetapan di Antalya tersebut,  pemerintah pusat dan pemerintah provinsi DKI Jakarta serta FORMI (Federasi Olah Raga Rekreasi Masyarakat Indonesia) telah melakukan berbagai persiapan baik teknis dan non teknis. Imam Nahrawi juga akan menjelaskan pula pada kongres, bahwa even TAFISA World Games 2016 merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Indonesia. Oleh karenanya, untuk mensukseskannya,  Presiden Indonesia telah menetapkan Keputusan Presiden tentang Panitia Pengarah dan Panitia Penyelenggara The 6th TAFISA World Sport for All Games 2016 yang melibatkan 11 Menteri dan Kepala Kepolisian Republik Indonesia serta FORMI. Sehingga, Pemerintah Indonesia berkomitmen dan mendukung penuh penyelenggeraan TAFISA World Games 2016 yang secara teknis bekerjasama dengan FORMINAS. Juga akan diyainkan, bahwa seluruh masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Jakarta saat ini tengah bersiap untuk mensukseskan even tersebut.
Mengingat waktu pelaksanaan tinggal sekitar setahun lagi, Menpora Imam Nahrawi pada kesempatan Kongres TAFISA tersebut juga telah menyampaikan undangan atas nama pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk datang dan berpartisipasi dalam even The 6th TAFISA World Sport for All Games 2016 di Jakarta, dengan prinsip untuk bersama-sama menyatukan perbedaan dalam kerangka Sport For All Games 2016. Menpora juga tidak hanya mempromosikan Jakarta sebagai tempat penyelenggaraan TAFISA World Games, tetapi juga mempromosikan sejumlah obyek wisata terkenal di Indonesia seperti Bali, Lombok, Pulau Komodo, Sandi Borobudur, Raja Empat dan lain sebagainya.(Gatot S Dewa Broto)

Leave a Reply