4000 Ulama Jombang Berdoa Bersama Untuk Kemenangan Jokowi-JK

Nahrawi Center — Upaya untuk memenangkan pasangan capres-cawapres nomor urut dua Jokowi-JK terus digalang oleh partai pengusung dan para sukarelawannya. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh PKB. Partai berbasis massa nahdliyin ini terus menggalang kekuatan para kiai dan warga NU di seluruh Indonesia untuk memastikan warga NU untuk mencoblos capres-cawapres nomor urut dua.

“Malam ini kita kumpulkan kembali para kiai kampung , kami silaturahmi dan menyatukan semangat dan tekad untuk memangkan Pak Jokowi-JK. Sebab fitnah yang begitu keji melalui selebaran dan tabloid maupun kampanye langsung di masjid-masjid sudah begitu massif dan naif. Ini semua harus kita klarifikasi,” kata Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-JK, Imam Nahrawi dalam rilis yang disampaikan kepada media, di Jakarta Sabtu (14/6/2014) malam.

Acara pertemuan kiai kampung terbesar di Jawa Timur ini dihadiri oleh sekitar 4000 ulama dan kiai kampung yang tersebar di seluruh Jombang dan kota-kota sekitarnya. Acara yang digelar di pondok pesantren Babussalam, Mojoagung, Jombang pimpinan KH Salmanuddin dan KH Abdurrahim ini juga dihadiri oleh para kiai sepuh seperti ketua dewan syuro DPP PKB KH Aziz Mansyur, KH Ali Mashan Moesa, ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar dan kiai-kiai sepuh lainnya.

Sekjen DPP PKB ini menegaskan bahwa acara mengumpulkan kiai kampung yang digelar oleh PKB di seluruh Indonesia ini semata-mata untuk memastikan kemenangan pasangan Jokowi-JK dalam pilpres 9 Juli mendatang.

Acara semacam ini sangat penting dilakukan selain untuk memberikan doa bagi kemenangan pasangan Jokowi-JK juga dimaksudkan untuk menyatukan tekad dan keyakinan bahwa pasangan nomor urut dua lah yang akan mampu membawa Indonesia menjadi lebih baik.

“Lahirnya bangsa ini tak terlepas dari kontribusi besar kaum nasionalis, marhaen dan warga NU alias nahdliyin. Karena itu, sekaranglah saatnya kita memilih pemimpin yang pas, pemimpin dari rakyat. Kami ingin menagih kepada rakyat Indonesia apakah akan memilih pemimpin yang telah terbukti bekerja, jujur, tulus, sederhana dan tegas yang didukung partai nasionalis dan Partai warga nahdliyin atau memilih pemimpin yang baru beretorika, berjanji dan belum pasti,” kata Imam Nahrawi.

Konsolidasi para kiai kampung ini juga dilakukan memastikan kesiapan para kader PKB dan para kiai serta santrinya untuk mengawasi proses pemilu presiden 9 Juli mendatang berlangsung jujur, tertib aman dan damai. Sebab, saat ini fitnah dan intimidasi oleh berbagai pihak yang tidak ingin Jokowi menang sudah mulai dirasakan di desa-desa.

“Oleh karena itu, kami kumpulkan para kiai kampung dan pengurus DPC, pengurus anak cabang dan pengurus ranting untuk bersama-sama menjaga agar pilpres mendatang berlangsung aman dan jurdil. Kami ingin para kiai dan pengurus PKB hingga tingkat ranting memerintahkan para santrinya dan warga NU dan PKB untuk siap siaga mengawasi TPS dan menjadi saksi dalam pilpres 9 Juli mendatang. Ini penting agar tidak terjadi kecurangan dan pilpres berlangsung jurdil dan tanpa intimidasi,” ujar Gus Imam yang juga anggota DPR RI tiga periode ini.

Leave a Reply