Senja Mbok Tukinem Bersama Imam Nahrawi

Jakarta:  Sosok politisi jumawa yang kerap ditemui di layar televisi, nampaknya tidak perlu dianut di lingkungan Partai Kebangkitan Bangsa.
Kepedulian pada kaum wong cilik selalu muncul alamiah kala melihat mereka di hadapan mata. Seperti yang terekam pada Selasa (14/05/2013) sore di pelataran Kantor DPP PKB di Jalan Raden Saleh No, 9, Jakarta Pusat. Para staf kesekretarian melepas penat jelang adzan Maghrib sambil berniat mengisi perutnya yang kosong.
Suasana guyub itu menarik perhatian Sekjen DPP PKB Imam Nahrawi untuk ikut bergabung. Masih mengenakan seragam partai, tak segan anggota DPR RI ini duduk berhadap-hadapan dengan para staf serta seorang bakul pecel paruh baya, Mbok Tukinem.
Mas Imam  : Mbok, pecel sama lontongnya masih ada?
Mbok Tukinem : Masih sisa satu Om, tapi sudah dipesan
Mas Imam : Ya sudah, dahulukan yang belum makan
Dengan sabar dan cermat, Mas Imam mengamati kelincahan tangan pedagang pecel itu melayani pembelinya. Sebersit ide muncul di benaknya.
Mas Imam : Mbok, setiap hari keliling dengan gemblok bakul ? apa tidak berat ?
Mbok Tukinem : Nggih Om, berat lah om, apalagi ada isinya
Mas Imam : Asline pundi? (aslinya mana?)
Mbok Tukinem : Kulo saking Jawi, Solo (aslinya Jawa, dari Solo)
Mas Imam : Solo toh, Mbok, mau nggak saya buatkan gerobak cilik? Jadi nggak perlu angkat-angkat bakul. Ini kalau ada isinya pasti berat, lho
Mbok Tukinem : Ya, iyalah Om. Pasti berat kalau ada isinya, tapi repot, Om kalau pakai gerobak. Sering kena macet
Mas Imam : (sembari tertawa) Kalau Mbok mau, kami buatkan yang cilik, bisa kelak-kelok di jalan dan dibuat ringan
Tangan Mas Imam bergerak-gerak menggambarkan bentuk gerobak yang kecil.
Mbok Tukinem : Terima kasih banyak Om. Kena macetnya itu loh, Om, capek
Mas Imam : Yo, wis ngono yo. Dipikiri malam ini, Mbok istikhoroh dulu. Kalau Mbok wis mau, besok datang ke sini
Mbok Tukinem : Nggih, Om, tak pikiri, terima kasih
Mas Imam : Serius loh ini Mbok, dipikiri ya
Obrolan terhenti karena pria asal Sidoarjo, Jawa Timur ini langsung berlalu menunaikan sholat Magrib. Mbok Tukinem masih terpaku melihat punggung Mas Imam. Rasa penasaran berhasil membuat Mbok Tukinem memberanikan diri bertanya tentang sosok Mas Imam.
“Itu tadi siapa ya, Dik ?” tanya Mbok Tukinem padaku.
“Ooh, itu Sekjen PKB Mbok, Imam Nahrawi namanya. Beliau juga anggota DPR RI dari PKB,” aku menjawab.
“Bijak, ganteng, baik, yo,” imbuh perempuan berusia 52 tahun itu sambil mengangguk-anggukkan kepala dan sepertinya mulai berpikir ulang untuk menerima tawaran langka tadi. (dpp.pkb)

Leave a Reply