Imam Nahrawi: Tsunami Aceh membawa secercah makna

Nahrawi Center – Delapan tahun sudah bencana gempa dan tsunami Aceh yang merenggut lebih dari seratusan ribu nyawa telah berlalu. Untuk itu, peringatan tragedi ini diharapkan menjadi momentum untuk terus bangkit dan tegar menghadapi masa depan yang lebih baik, khususnya bagi warga Serambi Mekkah.

Hal tersebut disampaikan Sekjen DPP PKB, Imam Nahrawi, Rabu (26/12/2012), bertepatan dengan peringatan delapan tahun gempa dan tsunami Aceh yang terjadi pada 26 Desember 2008 lalu.

“Meski delapan tahun telah berlalu selepas tragedi gempa dan tsunami yang melanda Nangroe Aceh Darussalam, kesedihan kehilangan harta, bahkan nyawa dari saudara, sahabat bahkan keluarga terdekat masih terasa pilu jika terkenang. Namun, kita harus tetap semangat, tetap tegar menyongsong masa depan yang lebih baik,” tutur Imam Nahrawi.

Peristiwa tragis yang melanda Nangroe Aceh Darussalam, menurutnya, harus dilihat dari  perspektif positif karena selalu ada hikmah atas sebuah peristiwa yang dikehendaki sang pencipta.

“Tsunami Aceh memang membawa luka mendalam, namun kita harus bisa melihat ada secercah makna yang luar biasa. Aceh kini menata kembali dengan kedamaian dan perkembangan yang luar biasa, itu semua karena kesabaran masyarakat Aceh dalam menerima ujian Allah SWT,” ungkap salah satu anggota FPKB DPR RI itu.

Peristiwa yang menelan korban jiwa hingga ribuan orang itu, menurutnya, juga membangun kembali rasa solidaritas bangsa Indonesia yang nyaris hilang lantaran sibuk dengan reformasi saat itu.

“Semua mata anak bangsa tertuju ke Aceh, bahu-membahu membantu masyarakat Aceh dan bukan hanya masyarakat Indonesia, namun juga negara dibelahan dunia lainnya ikut membantu  membangun kembali Aceh yang lebih baik,” urainya.

 Delapan tahun yang lalu, tepatnya 26 Desember 2004, Aceh diguncang gempa besar. Gempa berkekuatan 9,3 skala richter terjadi sekitar pukul 07.58 pagi. Gempa ini mengakibatkan tsunami yang merenggut nyawa sekitar 126 ribu orang.

Leave a Reply