Sutan Bhatoegana Harus Minta Maaf, Gus Dur Dilengserkan Bukan karena Korupsi

Nahrawi Center – Pernyataan politisi Partai Demokrat; Sutan Bhatoegana yang dinilai melecehkan Presiden RI KH.Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menuai banyak kecaman. Kecaman itu juga keluar dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Bagi PKB, pernyataan Sutan bahwa pemerintahan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dilengserkan karena terlibat korupsi merupakan tuduhan tidak berdasar dan sangat melecehkan.
“Mestinya sebagai seorang politisi dan elit partai, Sutan belajar dan membuka sejarah dengan mata hati, bukan dengan mata telanjang,” kata Sekjen DPP PKB, Imam Nahrawi.
Dia tegaskan, Gus Dur dilengserkan murni karena urusan politik, bukan karena Buloggate dan Bruneigate seperti yang dituduhkan Sutan.
“Tidak ada secuil pun terkait urusan hukum. Gus Dur dilengserkan akibat masalah hukum hanya alibi yang sampai detik ini tidak ada bukti nyatanya,” ujarnya.
“Jangan lagi membagunkan macan tidur dong. Belum hilang sama sekali di ingatan warga PKB dan warga bangsa ini bahwa Gus Dur dilengserkan dengan cara konspirasi yang sangat licik oleh aktor-aktor politik ketika itu, dan mereka sekarang ini masih segar bugar,” sambung dia.
Untuk itu Imam meminta Sutan menyampaikan permintaan maaf dan mengklarifikasi pernyataan yang disampaikannya saat menjadi pembicara Dialog Kenegaraan DPD RI bertema “Pembubaran BP Migas untuk Kemakmuran Rakyat?” yang digelar di lobi Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Rabu (21/11) pekan lalu itu.
“Saya yakin Sutan Bhatugana mau minta maaf atas pernyataannya itu,” demikian Imam Nahrawi menuturkan.

Leave a Reply