SAYA NU DAN SAYA PKB

Nahrawi Center – Rasa memiliki dan bangga menjadi warga Nahdatul Ulama (NU) sekaligus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) harus senantiasa di kedepankan. Sehingga semangat membesarkan partai selalu terjaga dan kian berkobar.

Penegasan ini disampaikan Sekretaris Jenderal DPP PKB Imam Nahrawi di acara buka puasa bersama dan pembagian bingkisan kepada pengurus DPC PKB & PCNU Kabupaten Sidoarjo, DPAC, Ranting PKB, NU & Badan Otonom se-Kecamatan Jabon, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (10/8/2012).

“Kader PKB mulai saat ini tidak boleh takut atau pun minder untuk mengatakan bahwa saya NU dan saya PKB,” tegas Imam Nahrawi di hadapan 750-an peserta acara.

Imam lantas menekankan betapa pentingnya kebanggaan menampilkan identitas di tengah-tengah masyarakat. Dengan kepercayaan diri yang tinggi disertai kebanggaan akan identitas diri, dia menyakini warga NU dan PKB secara otomatis akan tampil sebagai tokoh masyarakat dan akan menduduki posisi-posisi penting, baik di pemerintahan maupun swasta. Situasi ini tentu saja akan memudahkan untuk meraih simpati, menggalang dukungan, dan pada ujungnya meraup suara pemilih pada Pemilu 2014 mendatang.

Guna semakin memperkuat rasa kebanggaan sebagai warga NU dan PKB, Dewan Pengurus Pusat PKB telah meluncurkan program penyebaran dan penempelan stiker NU-PKB secara nasional. Dengan adanya program ini, kata Imam Nahrawi, minimal seorang pengurus PKB harus menempelkan stiker di 10 rumah tetangga terdekatnya.

“DPP PKB telah mencetak 5 juta stiker NU-PKB sebagai bentuk identitas jamiyah dan identitas partai,” terangnya. Selain memunculkan kebanggaan identitas, program ini juga akan dijadikan bahan survei internal untuk mengetahui seberapa besar sinergisitas NU dan PKB di tiap-tiap tingkatan kepengurusan. Sekaligus besarnya dukungan terhadap PKB.

Dalam kesempatan ini, Imam Nahrawi juga menginstruksikan kepada anggota legislatif dari PKB baik di DPRD kabupaten/kota maupun provinsi untuk membuat spanduk ucapan selamat Idul Fitri sebanyak-banyaknya sebagai bentuk sosialisasi dan ikrar bahwa tiada hari tanpa kampanye.

Gerakan massif ini ditambah silaturahim secara berkala diyakini akan mampu mendekatkan diri pengurus PKB dengan konstituen dan simpul-simpul massa di berbagai lapisan masyarakat.

“Spanduk menyambut Idul Fitri berbasis pedesaan harus disemarakkan. Begitu indahnya bila spanduk kader-kader PKB terlihat di setiap penjuru desa. Ini sebagai bentuk media yang lebih mengena karena PKB belum punya televisi yang tiap hari bisa menayangkan kampanye partai. Maka alat kampanye kita adalah silaturrahim, stikerisasi dan spandukisasi NU-PKB,” ujarnya.

Leave a Reply